-->

Pelajaran Terpenting Dari Sosok Seorang Ayah

Hallo Sahabat Fakta Terbalik...

Apa pelajaran terpenting yang sudah Sahabat pelajari dari sosok seorang ayah?

“My Father Is Hero”... sungguh banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan dari Ayah saya, namun baru beberapa saja yang bisa saya teladani.

Oleh sebab itu, saya merasa sangat perlu untuk menuliskan apa yang pernah beliau ajarkan, sembari bernostalgia dan mencoba sebisa mungkin dapat meneladani semua yang beliau ajarkan.

https://faktaterbalik.blogspot.com/

Berikut ini hal-hal yang diajarkan Bapak saya kepada saya:

(1) “Belajar yang giat di sekolah ya, Kak. Jangan macam-macam. Supaya, Bapak pas kerja gak kepikiran terus sama kamu. Bapak pingin banget kamu jadi orang berhasil. Supaya, kamu gak sesusah Bapak. Juga, supaya orang-orang yang sudah menginjak-injak kita bisa tutup mulut” 
.
Saya bukan dari keluarga yang berada. Di saat Bapak mengatakan kata-kata ini, saya merasa hati saya terharu sekali. Dan, kata-kata Bapak saya inilah yang menjadi motivasi saya dalam menuntut ilmu. Walaupun beliau tidak pernah marah jikalau saya tidak berprestasi di sekolah, tapi dalam hati saya tahu kalau beliau kecewa. Jadi, saya selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik agar beliau tidak pernah merasa kecewa.

(2) “Anak bapak gak boleh pelit ya, kak” Sewaktu kecil, pernah suatu kali sepupu saya menginap di rumah saya. Kebetulan dia tidak bawa baju. Jadi, karena kita seumuran dia akhirnya meminjam baju saya. Tapi, saya menolak.  Jujur, sewaktu kecil merupakan sosok yang sangatlah pelit. Waktu itu, saya sampai bertengkar dengan kakak saya, secara besar-besaran. 

Saya sampai menangis waktu itu. Mama saya membela saya, mungkin karena tidak tega. Tapi, di saat saya berjalan ke dapur, tiba-tiba saja Bapak saya membisikkan kata-kata di atas. Sungguh, di situ saya langsung menangis sesenggukan, yah walaupun saya tahan-tahan. Entah kenapa di saat Bapak saya berkata seperti itu, seperti ada benturan keras di hati saya.

(3) “Kalau ada orang yang jahat sama kamu, jauhi saja. Tapi, jangan dibalas! Tuhan tau kok siapa yang benar dan siapa yang salah” Dalam hal ini, saya patut mengacungkan jempol kepada Bapak saya. Keluarga saya melalui bertubi-tubi masalah. Mulai dari keadaan ekonomi yang sangat amat bobrok, hingga dimusuhi oleh orang-orang sekitar bahkan keluarga kami sendiri. 

Misalkan, adik Bapak saya yang sangat baik di depan kami. Tetapi, rupanya membicarakan keburukan-keburukan kami dengan orang lain di belakang kami. Tapi, Bapak tidak membalas. Bapak tahu hal ini, tapi bahkan tidak menegur adiknya ini. Alias, pura-pura tidak tahu. Tapi, bukan berarti Bapak saya sebaik itu. Hehe. Bapak betul-betul menjauhi adiknya ini. Ditelpon, tidak diangkat beliau. Diajak bicara, hanya membalas seperlunya. Tetapi, menurut saya cara ini sangatlah elegan. Hehehe.

(4) "Jangan berkelahi jangan berselisih dengan adik/kakak”. Mungkin perkataan ini muncul dari pengalaman beliau dulu, yang mana hubungan beliau dengan adik-adik beliau tidak harmonis.

(5) “Miskin bukan alasan untuk tidak beribadah kepada Tuhan

Sebenarnya, masih banyak lagi hal-hal yang telah diajarkan Bapak saya. Tapi, lelah saya mengetik satu-satunya hehe.... Semoga pelajaran-pelajaran ini juga bisa bermanfaat bagi sahabat semuanya, ya!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pelajaran Terpenting Dari Sosok Seorang Ayah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel